Sarasehan Intelegensia

sarasehan3Sarasehan Intelegensia KAMMI adalah wujud kepedulian KAMMI Kultural terhadap stagnasi intelektual dan pemikiran yang melanda KAMMI sekarang. Diawali oleh perbincangan di media sosial (Facebook Group “Pengurus KAMMI se-Indonesia”), beberapa aktivis KAMMI di Jakarta bertemu untuk membicarakan agenda informal untuk membangkitkan kultur intelektual di KAMMI. Lahirlah “Manifesto Pancoran” yang isinya setuju untuk mengadakan sebuah Forum Sarasehan yang bersifat kultural yang membahas mas depan KAMMI.

Sebagai awalan, dipilihlah Yogyakarta untuk menjadi tuan rumah Sarasehan Intelegensia KAMMI pertama. Sarasehan ini dihelat pada tanggal 22-23 Desember 2012 di Masjid Pangeran Diponegoro, Balai Kota Yogyakarta. Selama satu hari satu malam penuh, para pegiat KAMMI berkumpul dan berdiskusi. Sarasehan ini diformat benar-benar sebagai diskusi terfokus. Tidak ada pembicara (kecuali alumni yang diundang), hanya ada fasilitator, peserta, dan notulis. Biaya sarasehan ditanggung bersama oleh masing-masing peserta. Shunduquna Juyubuna menjadi slogan. Ada lima sesi diskusi, antara lain “Kondisi KAMMI Hari Ini”, “Mengapa KAMMI harus Lahir?”, “Ideologi Gerakan KAMMI”, Strategi KAMMI ke Depan”, dan “Masa Depan KAMMI” bersama Imron Rosyadi dan Yusuf Maulana.

Karena waktu terlalu sempit di sarasehan pertama tersebut, para pegiat KAMMI sepakat untuk menggelar agenda lanjutan. Akhirnya, dipilihlah Jakarta sebagai tuan rumah kedua. Agenda sarasehan masih seputar genealogi kelahiran KAMMI dan strategi paradigma gerakan KAMMI. Untuk menyambut sarasehan  kedua, aktivis KAMMI di Jakarta menggelar seri diskusi pra-Sarasehan agar peserta Sarasehan nanti tidak hadir dengan ‘kepala yang kosong’. Sarasehan KAMMI ke-2 ini akan dihelat di Jakarta, pada tanggal 15-17 Februari 2013.

Berikut foto-foto yang sempat kami ambil ketika Sarasehan Intelegensia KAMMI I di Yogyakarta, akhir tahun lalu:

sarasehan2    sarasehan1  sarsehan2    sarsehan1  sarsehan3    sarasehan4

Semangat yang dihadirkan oleh Sarasehan Intelegensia KAMMI ini sederhana: Kami ingin mengembalikan tradisi intelektual yang seakan meredup dari KAMMI. Tak ada sama sekali niatan untuk merebut kekuasaan secara tidak sah. Bagi kami, kekuasaan tidak dimaknai tunggal hanya pada level struktural-organisasional. Kekuasaan bisa dipahami lewat tulisan (sebagaimana Foucault memahaminya), gerakan sosial baru (dalam analisis Ernesto Laclau dan Chantal Mouffe) atau bentuk-bentuk lainnya. Pengetahuan-lah yang penting untuk dibangun kembali.

Tak disangka, Sarasehan KAMMI pertama tersebut mendapatkan berbagai tanggapan di media sosial dan menghangatkan dinamika gerakan KAMMI di tingkat nasional. Apapun tanggapan dan apresiasinya, kami senantiasa menghargai. Yang jelas, kami hanya ingin mencintai KAMMI dengan sederhana….

Catatan Tentang Sarasehan Nasional Intelegensia KAMMI ini dapat diakses pada tulisannya Adhe Nuansa Wibisono, SIP, https://kammikultural.wordpress.com/2013/02/25/sarasehan-nasional-intelegensia-kammi-sebuah-komentar/

Ayo hadir dalam SARASEHAN INTELEGENSIA KAMMI II, JAKARTA, 15-17 FEBRUARI 2013! Simak informasinya via Jurnal ini.

sarasehanjakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s